Aturan Power Bank di Pesawat untuk Jamaah Umrah 2026
Tim Tunas Imani
Penulis
Aturan Power Bank di Pesawat untuk Jamaah Umrah 2026
Ringkasnya: per 24 September 2026, power bank jangan dimasukkan ke bagasi tercatat. Simpan di bagasi kabin, pastikan kapasitas Watt-hour (Wh) terbaca, lindungi port atau terminal dari korsleting, dan jangan membawa unit rusak atau menggembung. Pedoman ICAO/IATA 2026 membatasi paling banyak dua power bank per orang, tetapi maskapai boleh menetapkan aturan lebih ketat—misalnya hanya satu unit.
Status verifikasi: 24 September 2026. Aturan baterai adalah ketentuan keselamatan penerbangan yang dapat berubah menurut maskapai, rute, negara transit, dan instruksi awak. Cek ulang halaman resmi maskapai yang benar-benar mengoperasikan setiap segmen penerbangan sebelum berangkat.
Fakta penting yang perlu diketahui jamaah
| Pertanyaan | Jawaban praktis |
|---|---|
| Power bank disimpan di mana? | Di bagasi kabin, bukan koper yang masuk bagasi tercatat. |
| Batas umum 2026 | Maksimal dua power bank per orang menurut perubahan ICAO/IATA yang berlaku 27 Maret 2026. Maskapai dapat membatasi hanya satu. |
| Kapasitas aman untuk disiapkan | Pilih yang memiliki label jelas dan tidak melebihi 100 Wh. Beberapa maskapai menolak power bank di atas 100 Wh meskipun ketentuan umum tertentu pernah membuka ruang persetujuan operator. |
| Boleh diisi ulang di pesawat? | Tidak. Pedoman 2026 melarang mengisi ulang power bank dari sumber listrik pesawat. |
| Boleh dipakai mengisi ponsel? | IATA 2026 menganjurkan agar tidak digunakan untuk mengisi perangkat di pesawat; sejumlah maskapai melarang penuh. Ikuti aturan maskapai dan instruksi awak. |
| Boleh disimpan di kompartemen atas? | Sejumlah maskapai meminta power bank tetap mudah dijangkau, misalnya di tas bawah kursi atau kantong kursi, bukan di kompartemen atas. |
| Bagaimana jika label Wh hilang? | Jangan mengandalkan perkiraan. Maskapai dapat menolak baterai yang kapasitasnya tidak dapat diverifikasi. |
Apa yang berubah pada 2026?
Pada 27 Maret 2026, International Civil Aviation Organization (ICAO) menerbitkan addendum atas petunjuk teknis pengangkutan barang berbahaya. IATA kemudian menjelaskan penerapannya kepada operator. Untuk power bank penggunaan pribadi, perubahan tersebut menegaskan bahwa:
- power bank harus dibawa di kabin;
- power bank tidak boleh diisi ulang selama berada di pesawat;
- power bank sebaiknya tidak dipakai untuk mengisi perangkat elektronik selama penerbangan;
- setiap orang dibatasi paling banyak dua power bank; dan
- setiap unit harus dilindungi agar tidak mengalami korsleting saat tidak digunakan.
Pedoman IATA tersebut berlaku bersama Dangerous Goods Regulations edisi ke-67 untuk 2026. Namun, maskapai tetap dapat menerapkan syarat yang lebih ketat berdasarkan penilaian keselamatan dan aturan negara yang dilalui.
Jangan hanya melihat mAh: periksa Watt-hour
Banyak power bank dijual dengan kapasitas dalam milliampere-hour atau mAh, sedangkan pemeriksaan penerbangan memakai Wh. Rumus dasarnya:
Wh = (mAh ÷ 1.000) × tegangan nominal (V)
Contoh berikut hanya memakai asumsi tegangan nominal 3,7 V. Angka pada produk Anda dapat berbeda, jadi utamakan label pabrikan.
| Kapasitas tertera | Contoh hasil pada 3,7 V | Catatan |
|---|---|---|
| 10.000 mAh | 37 Wh | Di bawah 100 Wh bila spesifikasi dan label valid. |
| 20.000 mAh | 74 Wh | Di bawah 100 Wh pada 3,7 V. |
| 26.800 mAh | 99,16 Wh | Sangat dekat batas; label Wh harus jelas. |
| 27.000 mAh | 99,9 Wh | Sangat dekat batas pada 3,7 V; jangan menyimpulkan tanpa melihat label. |
| 30.000 mAh | 111 Wh | Melebihi 100 Wh pada 3,7 V dan berisiko ditolak oleh maskapai yang membatasi 100 Wh. |
Jangan menghitung dengan tegangan keluaran USB 5 V bila pabrikan memakai tegangan sel nominal yang berbeda. Bila label hanya menampilkan mAh tanpa Wh atau tegangan nominal, hubungi maskapai sebelum perjalanan. Pilihan paling rendah risiko adalah membawa produk asli, kondisinya baik, dan label kapasitasnya masih terbaca.
Perbedaan aturan maskapai yang umum dipakai jamaah
Ketentuan di bawah dirangkum dari halaman resmi dan harus diperiksa kembali pada tiket serta maskapai pengoperasi.
| Maskapai | Jumlah dan kapasitas | Penggunaan di pesawat | Penempatan |
|---|---|---|---|
| Saudia | Maksimal dua baterai isi ulang/power bank menurut halaman bagasi kabin | Tidak boleh mengisi ulang power bank atau memakai power bank untuk mengisi perangkat | Bagasi kabin; dilarang di bagasi tercatat |
| Qatar Airways | Maksimal dua power bank, masing-masing tidak melebihi 100 Wh | Power bank tidak boleh diisi ulang. Halaman bagasi menjelaskan penggunaan untuk perangkat hanya pada fase non-kritis, dalam pengawasan langsung; ikuti instruksi awak | Kabin dan harus mudah dijangkau, bukan di kompartemen atas |
| Emirates | Satu power bank, di bawah 100 Wh, dengan informasi kapasitas terlihat | Dilarang dipakai untuk mengisi perangkat dan dilarang diisi ulang | Kantong kursi atau tas di bawah kursi; bukan kompartemen atas atau bagasi tercatat |
| Etihad Airways | Satu power bank, maksimal 100 Wh, label harus terlihat | Dilarang dipakai maupun diisi ulang | Mudah dijangkau; tas bawah kursi atau kantong kursi, bukan kompartemen atas atau bagasi tercatat |
Garuda Indonesia juga menyediakan bagian resmi Baterai Lithium & Power Bank pada halaman informasi bagasinya. Karena ketentuan operasional dan rincian penerbangan dapat berubah, jamaah Garuda perlu membuka halaman tersebut kembali dan mengonfirmasi kepada maskapai atau petugas check-in sebelum keberangkatan.
Penerbangan transit dan codeshare
Nama maskapai pada tiket belum tentu sama dengan maskapai yang mengoperasikan pesawat. Periksa tulisan “operated by” pada setiap segmen. Untuk perjalanan transit, siapkan diri mengikuti aturan paling ketat di antara:
- maskapai pemasaran;
- maskapai pengoperasi;
- bandara keberangkatan dan transit; serta
- otoritas negara yang dilalui.
Jangan memindahkan seluruh power bank satu rombongan ke tas satu orang. Batas jumlah diterapkan per penumpang, dan konsentrasi banyak baterai pada satu tas dapat memicu pemeriksaan tambahan.
Cara mengemas power bank sebelum berangkat Umrah
1. Periksa kondisi fisik
Jangan membawa power bank yang menggembung, bocor, retak, tertusuk, terlalu panas, berbau tidak normal, pernah terendam, atau termasuk produk yang ditarik kembali. IATA menyarankan penumpang mengganti unit yang rusak sebelum bepergian.
2. Pastikan label kapasitas terbaca
Foto sisi produk yang menampilkan merek, model, mAh, tegangan, dan Wh. Foto bukan pengganti label fisik, tetapi membantu bila tulisan kecil perlu diperbesar saat pengecekan.
3. Lindungi dari korsleting
Matikan power bank bila memiliki tombol daya. Simpan setiap unit secara terpisah dalam kemasan asli, pouch, atau kantong pelindung. Hindarkan port dan terminal dari kunci, koin, pin, atau benda logam lain. Bila desainnya memiliki terminal terbuka, lindungi sesuai petunjuk pabrikan.
4. Taruh di tas yang selalu dibawa ke kabin
Jangan menaruhnya di koper besar. Jika tas kabin diminta masuk bagasi pesawat di gerbang, keluarkan power bank dan baterai lithium lepas terlebih dahulu, lalu bawa bersama Anda ke kabin.
5. Simpan agar mudah dijangkau
Gunakan kompartemen tas di bawah kursi atau lokasi yang diizinkan awak. Jangan menumpuknya di bagian tas yang sulit dibuka. Pada maskapai yang melarang kompartemen atas, patuhi penempatan di kantong kursi atau bawah kursi.
6. Jangan gunakan tanpa memastikan aturan
Untuk mengurangi perbedaan interpretasi antar-maskapai, pilihan paling aman adalah mengisi penuh ponsel sebelum boarding, mematikan fungsi power bank selama penerbangan, dan baru menggunakannya setelah turun. Jangan mengisi ulang power bank menggunakan soket atau USB pesawat.
Checklist H-3 keberangkatan
- [ ] Cocokkan maskapai pengoperasi pada semua segmen tiket.
- [ ] Buka aturan power bank di situs resmi maskapai, bukan hanya unggahan media sosial.
- [ ] Pilih unit dengan label Wh yang jelas dan tidak melebihi batas maskapai.
- [ ] Batasi jumlah mengikuti aturan paling ketat pada rute; satu unit sering menjadi pilihan paling sederhana.
- [ ] Pastikan tidak ada power bank di koper bagasi tercatat.
- [ ] Simpan tiap unit dalam pouch terpisah dan jauh dari benda logam.
- [ ] Foto label spesifikasi dan simpan tautan aturan maskapai secara offline.
- [ ] Beri tahu pendamping lansia lokasi power bank dan cara memanggil awak bila perangkat panas.
- [ ] Saat berkumpul di Terminal 2F Soekarno-Hatta, lakukan pemeriksaan ulang sebelum koper diserahkan.
Jika power bank panas, jatuh, atau mengeluarkan asap
Bila perangkat terasa sangat panas, berubah bentuk, berbau, berasap, atau jatuh ke celah kursi, segera beri tahu awak kabin. Jangan menggerakkan kursi untuk mengambil perangkat karena mekanisme kursi dapat menghancurkan baterai. Jangan mencoba mendinginkannya atau menangani asap sendiri; ikuti instruksi awak yang terlatih menangani insiden baterai.
Aturan ini adalah panduan keselamatan umum, bukan pengganti instruksi maskapai atau petugas bandara pada hari keberangkatan.
FAQ aturan power bank untuk Umrah
Apakah power bank 20.000 mAh boleh dibawa ke pesawat?
Sering kali kapasitas 20.000 mAh setara sekitar 74 Wh bila tegangan nominalnya 3,7 V, sehingga berada di bawah 100 Wh. Namun, keputusan tidak boleh hanya berdasarkan mAh. Pastikan label Wh dan tegangan pada unit terbaca serta jumlahnya sesuai aturan maskapai.
Apakah power bank 30.000 mAh boleh dibawa?
Pada tegangan nominal 3,7 V, 30.000 mAh setara sekitar 111 Wh. Angka itu melewati batas 100 Wh yang digunakan sejumlah maskapai. Jangan membawanya tanpa ketentuan tertulis dan persetujuan yang benar; pilihan praktis untuk jamaah adalah memakai unit yang jelas tidak melebihi 100 Wh.
Bolehkah power bank dimasukkan ke koper bagasi?
Tidak. Pedoman IATA dan aturan maskapai yang ditinjau menempatkan power bank di bagasi kabin, bukan bagasi tercatat. Jika tas kabin akan dimasukkan ke ruang kargo di gerbang, keluarkan power bank terlebih dahulu.
Bolehkah power bank dipakai mengisi ponsel selama penerbangan?
Tergantung maskapai, tetapi kebijakan 2026 makin ketat. IATA menganjurkan agar power bank tidak digunakan untuk mengisi perangkat; Saudia, Emirates, dan Etihad melarang penggunaan tersebut. Qatar Airways menjelaskan penggunaan terbatas dalam pengawasan pada fase non-kritis. Pilihan paling aman adalah tidak menggunakannya dan selalu mengikuti instruksi awak.
Bagaimana jika tulisan kapasitas pada power bank sudah pudar?
Ganti dengan unit yang labelnya terbaca. Jika petugas tidak dapat memverifikasi kapasitas, maskapai dapat menolak pembawaannya. Foto lama atau kotak produk belum tentu diterima sebagai pengganti penandaan pada perangkat.
Apakah aturan ponsel dan laptop sama dengan power bank?
Tidak selalu. Baterai yang terpasang di perangkat memiliki kategori berbeda dari power bank atau baterai cadangan. IATA tetap menyarankan perangkat lithium dibawa di kabin. Untuk alat medis, kursi roda listrik, CPAP, atau baterai di atas batas umum, hubungi maskapai jauh sebelum hari keberangkatan.
Persiapan yang saling terkait
Power bank hanyalah satu bagian dari pemeriksaan barang. Gunakan juga daftar barang bawaan Umrah, bedakan aturan maskapai dari bagasi Kereta Haramain, dan siapkan aplikasi perjalanan melalui panduan Nusuk AI dan Digital Mutawwif.
Tunas Imani dapat membantu jamaah mengecek maskapai pengoperasi, terminal, dokumen, serta briefing barang bawaan sesuai itinerary final. Lihat paket Umrah, kunjungi layanan travel Umrah Tangerang, atau konsultasikan persiapan melalui WhatsApp.
Catatan editorial sebelum publikasi: tim operasional perlu mengecek ulang aturan maskapai pengoperasi yang sedang dipakai paket Tunas Imani. Artikel ini tidak memuat fatwa atau diagnosis medis. Perangkat medis berbaterai dan alat bantu mobilitas harus dikonfirmasi langsung kepada maskapai.
Sumber dan Referensi
- IATA, Changes Regarding Power Banks—Guidance Document for Operators, perubahan ICAO berlaku 27 Maret 2026; dokumen berlaku hingga 31 Desember 2026; diakses 24 September 2026: https://www.iata.org/contentassets/90f8038b0eea42069554b2f4530f49ea/guidance-to-operators---power-banks.pdf
- IATA, Safe Travel with Lithium Batteries, halaman panduan penumpang; diakses 24 September 2026: https://www.iata.org/en/youandiata/travelers/batteries/
- Garuda Indonesia, Informasi Bagasi Lainnya—Baterai Lithium & Power Bank; diakses 24 September 2026: https://www.garuda-indonesia.com/id/id/garuda-indonesia-experience/baggage-info
- Saudia, Carry-On Baggage Allowance—Portable Chargers (Power Banks) Travel Guidelines; diakses 24 September 2026: https://www.saudia.com/en-SA/manage/baggage/carry-on-baggage
- Qatar Airways, Travel Updates—Updates on Travelling with Power Banks, 18 Juni 2026; diakses 24 September 2026: https://www.qatarairways.com/en/travel-alerts.html
- Qatar Airways, Restricted Baggage Items—Power Banks, diakses 24 September 2026: https://www.qatarairways.com/en/baggage/restricted.html
- Emirates, Emirates Makes Changes to Safety Rules for Customer Usage of Power Banks Onboard, terbit 8 Agustus 2025 dan berlaku 1 Oktober 2025; diakses 24 September 2026: https://www.emirates.com/media-centre/emirates-makes-changes-to-safety-rules-for-customer-usage-of-power-banks-onboard
- Emirates, Dangerous Goods Policy—Power Banks, diakses 24 September 2026: https://www.emirates.com/english/before-you-fly/travel/dangerous-goods-policy
- Etihad Airways, Prohibited Items and Dangerous Goods—Power Banks, diakses 24 September 2026: https://www.etihad.com/en/help/baggage-information/prohibited-items
Siap Menuju Baitullah?
Dapatkan rekomendasi paket Umroh terbaik sesuai kebutuhan ibadah Anda.