Update Regulasi Travel Haji dan Umrah 2026: Visa Multiple-Entry, Nusuk, dan Checklist Jamaah
Tim Tunas Imani
Penulis
Per 7 September 2026, calon jamaah perlu membedakan antara kalender musim Umrah 1447 H dan kebijakan visa yang sedang berlaku. Untuk keputusan keberangkatan, jadikan pengumuman Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Nusuk, serta kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah RI sebagai rujukan utama.
Pembaruan penting visa Umrah Arab Saudi
Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pada 20 Juli 2026 bahwa Kementerian Haji dan Umrah Saudi meluncurkan visa Umrah multiple-entry yang berlaku 365 hari sejak tanggal penerbitan. Total masa tinggal kumulatifnya sampai 90 hari. Setiap kunjungan tetap memerlukan paket layanan dari penyedia yang disetujui melalui Nusuk dan izin Umrah melalui aplikasi Nusuk sebelum kedatangan.
Visa satu tahun bukan berarti jamaah bebas masuk tanpa prosedur. Paket layanan setiap kunjungan tidak boleh melewati sisa masa berlaku visa, dan visa tidak diaktifkan selama musim Haji—mulai 1 Dzulqa’dah sampai 13 Dzulhijjah—berdasarkan pengumuman tersebut. Periksa kembali syarat negara asal, dokumen, dan status layanan sebelum membeli tiket.
Kalender Umrah 1447 H dan batas musim
Halaman Umrah resmi Kementerian Haji dan Umrah Saudi mencantumkan kalender internasional 1447 H: penerbitan visa dimulai 10 Juni 2025, batas penerbitan visa 20 Maret 2026, batas masuk 3 April 2026, dan batas keluar 18 April 2026. Tanggal-tanggal ini adalah kalender musim 1447 H dan tidak boleh dipakai sebagai jadwal otomatis untuk musim berikutnya.
Checklist sebelum mendaftar atau berangkat
- Tanyakan jenis visa, tanggal terbit, masa berlaku, dan batas tinggal tertulis.
- Untuk visa multiple-entry, pastikan paket layanan dan izin Umrah Nusuk diurus kembali sesuai setiap kunjungan.
- Cocokkan nama pada paspor, visa, tiket, hotel, dan dokumen perjalanan.
- Simpan bukti paket, kontak penyedia resmi, jadwal penerbangan, dan nomor darurat travel.
- Minta penjelasan tertulis tentang hotel, transportasi, makan, manasik, pendampingan, serta prosedur bila jadwal berubah.
- Jangan menyimpulkan aturan vaksin, kesehatan, atau masa tinggal hanya dari unggahan media sosial; minta dokumen resmi terbaru dari otoritas yang berwenang.
Apa yang perlu dicek pada travel Indonesia?
Untuk aspek penyelenggaraan di Indonesia, calon jamaah perlu menilai legalitas PPIU, rincian layanan, bukti transaksi, dan mekanisme perlindungan jamaah. Kementerian Haji dan Umrah RI melalui haji.go.id/berita menjadi kanal primer yang perlu dipantau untuk berita dan kebijakan nasional terbaru. Jika ada istilah, kuota, layanan, atau mekanisme baru, cocokkan dengan pengumuman resmi sebelum mengambil keputusan.
FAQ
Apakah visa Umrah multiple-entry 365 hari berarti boleh tinggal 365 hari?
Tidak. Pengumuman SPA menyebut masa tinggal kumulatif maksimal 90 hari, bukan tinggal terus-menerus selama satu tahun.
Apakah setiap kunjungan cukup memakai visa lama tanpa booking baru?
Tidak otomatis. Setiap kunjungan mensyaratkan paket layanan melalui penyedia yang disetujui di Nusuk dan izin Umrah melalui aplikasi Nusuk, sesuai ketentuan yang diumumkan.
Ke mana jamaah harus mengecek perubahan aturan?
Mulai dari Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementerian Haji dan Umrah Saudi/Nusuk, maskapai, dan travel resmi. Artikel Kalender Umrah 1448 H dapat menjadi bacaan terkait, tetapi tanggal musim harus selalu diperbarui dari sumber primer.
Penutup
Aturan perjalanan Umrah dapat berubah berdasarkan musim dan kebijakan otoritas. Tunas Imani membantu jamaah memahami dokumen, jadwal, dan layanan secara transparan; hubungi tim kami untuk konsultasi paket dan persiapan keberangkatan.
Sumber dan Referensi
- Kementerian Haji dan Umrah RI: haji.go.id/berita
- Kementerian Haji dan Umrah Saudi, halaman Umrah: haj.gov.sa/en/umrah
- SPA, Multiple-Entry Umrah Visa: SPA
- Nusuk Umrah: umrah.nusuk.sa
Siap Menuju Baitullah?
Dapatkan rekomendasi paket Umroh terbaik sesuai kebutuhan ibadah Anda.